toggle menu

Sahabat Exporters

Sahabat Eksportir

LPEI Sahabat Eksportir

Arang Banyuwangi Tembus Pasar Yordania  |  21 Sep 2017

Arang Banyuwangi Tembus Pasar Yordania

Tak banyak orang yang mengetahui bahwa arang adalah bisnis yang cukup menjanjikan. Paling tidak hal ini lah yang dirasakan oleh Bapak Hady Boesro Adien, pemilik CV Hasil Berkah Alam.

Meski baru berdiri sejak tahun 2013, namun CV Hasil Berkah Alam mampu melakukan ekspor perdananya ke Yordania sebanyak 100 ton atau 5 kontainer pada Juli 2017. Yang cukup menggembirakannya lagi adalah, buyer dari Yordania ini akhirnya rutin memesan arang dari CV Hasil Berkah Alam paling tidak sampai bulan September tahun ini, 100 ton setiap bulannya.

Kisah keberhasilan ini tentu bukan tanpa kisah perjuangan di belakangnya. Meski baru seumur jagung, sudah banyak pengalaman yang didapat oleh Bapak Hady. Diawal-awal berkecimpung dibisnis ini, Bapak Hady sudah langsung merasakan pil pahit.

“Pada 5 tahun 2012 saya bersama 4 orang rekan saya sepakat untuk memulai bisnis ini. Ketika itu saya melihat peluang bisnis di Banten, di mana pada saat itu 1 kg arang dihargai hanya Rp1.000,- saja. Namun saya gagal memulainya karena uang yang sudah kami kumpulkan bersama dibawa kabur oleh salah satu rekan kami”ujar Bapak Hady kepada kami.

Kegagalan saat memulai bisnis ini disikapi positif oleh Bapak Hady ketika itu. Alih-alih berhenti berbisnis, Pak Hady pulang ke Semarang pada tahun 2013 dan memulai usaha sebagai trader arang yang akan diekspor ke luar negeri.

Sebenarnya beliau sudah mengajak kedua temannya untuk bergabung, namun mereka sudah kecewa dan trauma untuk berbisnis “Saya anggap itu adalah ongkos belajar ketika memulai berbisnis lah mas”. Ujar Bapak Hady.

Setelah satu tahun menjalankan bisnis trading, tepat pada tahun 2014 Bapak Hady mulai berpikir untuk beralih usaha. Beliau mendirikan usaha yang memproduksi arang bernama CV Hasil Berkah Alam.

“Saya ingin memberikan nilai tambah pada usaha saya. Ketika itu saya sudah merasa cukup memiliki pengalaman sebagai trader dan sudah saatnya untuk memiliki usaha sendiri. Akhirnya memberanikan diri untuk mendirikan CV Hasil Berkah Alam yang memproduksi wood pellet” tutur Bapak Hady.

Sukses dengan CPNE

Ketika sedang merintis usahanya Bapak Hady tetap berusaha untuk memperkaya ilmu pengetahuannya tentang dunia usaha. Pada tahun 2015 beliau menghadiri salah satu Konferensi Pengusaha Muslim di Bandung dan bertemu dengan perwakilan dari Indonesia Eximbank.

Pada saat itu Bapak Hady tertarik pada program CPNE (Coaching Program for New Exporters) milik Indonesia Eximbank namun harus gagal pada saat seleksi karena fokus program CPNE saat itu bukan di Semarang dan sekitarnya.

“Sebenarnya saya sudah tertarik untuk mengikuti CPNE pada angkatan tahun 2015. Namun gagal ketika itu CPNE fokusnya bukan di daerah Semarang dan sekitarnya. Saya akhirnya mendaftar untuk program CPNE di tahun 2016 yang kebetulan pada tahun itu fokusnya di Semarang dan sekitarnya”.

Bapak Hady dengan CV Hasil Berkah Alamnya secara serius mengikuti seluruh pelatihan CPNE dari bulan Januari sampai di triwulan ketiga tahun 2016. Materi-materi yang disampaikan pun diterapkan secara komprehensif. Program CPNE sendiri berisikan pelatihan dengan materi yang cukup beragam seperti how to start export, optimalisasi internet sebagai alat pemasaran, sampai bagaimana mengurus dokumen-dokumen ekspor.

“Semua hal yang diajarkan di CPNE 2016 saya coba terapkan. Mulai dari tertib laporan keuangan sampai membuat akun Alibaba. Saya juga selalu hadir dalam setiap pelatihan yang diadakan oleh Indonesia Eximbank melalui program ini.” Kata Bapak Hady.

Keseriusan Bapak Hadi ini berbuah hasil. CV Hasil Berkah Alam menjadi salah satu lulusan terbaik CPNE 2016 dan berhak untuk mengikuti pameran TEI (Trade Expo Indonesia) 2016. Dipameran ini jugalah CV Hasil Berkah Alam mendapatkan Buyernya.

Seperti yang kita ketahui, Pameran TEI merupakan pameran tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan beberapa instansi dan lembaga terkait yang bertujuan untuk memberikan wadah bagi pengusaha lokal untuk mempromosikan barangnya di depan calon buyer - buyer dari luar negeri.

Indonesia Eximbank memberikan kesempatan untuk lulusan CPNE terbaik setiap angkatannya agar bisa berpartisipasi pada pameran ini. CV Hasil Berkah Alam berhasil memanfaatkan kesempatan ini, dan berhasil mendapatkan 3 potential buyers.

“Alhamdulilah saya mendapatkan 3 potential buyers ketika mengikuti Trade Expo Indonesia yaitu dari Arab Saudi, Iran dan Yordania, dan yang berhasil menjadi buyer kita dan melakukan repeat order setiap bulannya adalah Yordania” Ujar Bapak Hadi.

Tantangan Kedepan

Setelah berhasil melakukan ekspor perdana ke Yordania, alih-alih nyaman dengan pendapatan yang diraih, Bapak Hady ingin terus mengembangkan usahanya. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya pesanan untuk arang CV Hasil Berkah Alam. Meskipun Pak Hady masih belum siap untuk menerima semua order tersebut. Selain iyu Bapak Hady memutuskan untuk pindah ke Banyuwangi karena di sana beliau memiliki lahan yang lebih luas dan harga arang yang juga lebih murah.

“Sebenarnya saya sudah mendapatkan calon buyer lagi dari Jerman dan Amerika Serikat dan kami sudah memiliki mesin untuk bisa memenuhi kapasitas produksi mereka, namun itu artinya saya harus keluar uang lebih banyak dan risiko lebih besar, dan saya masih berusaha untuk bisa menghadapi itu semua”.

Oleh karena itu, Bapak Hady punya ekspektasi yang tinggi akan Program CPNE milik Indonesia Eximbank. Menurutnya program ini sangat baik untuk para pemula di dunia eksportir, namun dia berharap ada pendampingan yang berkelanjutan lagi untuk pengusaha sepertinya pada tingkat yang berbeda.

“CPNE bagus untuk pemula didunia ekspor seperti saya. Hal ini terbukti dengan pelatihan yang diberikan oleh Indonesia Eximbank membuat saya dapat melakukan ekspor perdana ini. Namun setelah ini kami masih harus mendapatkan pendampingan untuk level yang berbeda dan saya yakin CPNE sudah berfikir kearah itu” tutur Pak Hady.

Indonesia Eximbank melalui CPNE juga memiliki ekspektasi yang sejalan dengan Bapak Hady. Program ini diharapkan dapat terus melahirkan eksportir baru dari seluruh penjuru Indonesia demi meningkatkan perekonomian Indonesia melalui ekspor.